CANDI SUKUH DALAM KACAMATA TANTU PANGGELARAN (2)

BUNGA MAJAPAHIT. Dalam bagian yang pertama telah diuraikan secara umum tentang Kitab Tantu Panggelaran maupun Candi Sukuh. Selanjutnya dalam artikel ini dan artikel-artikel yang berikutnya akan diuraikan tentang Candi Sukuh dalam kacamata pandang Kitab Tantu Panggelaran.
Sebagaimana bagian yang pertama, bagian kedua dan selanjutnya ini terinspirasi dari artikel sahabat blogger yang berjudul Candi Sukuh candi yang tertua di pulau Jawa.

Asal mula terciptanya Pulau Jawa.
Kitab Tantu Pagelaran atau Tangtu Panggelaran adalah kitab Jawa kuno berbahasa Kawi yang berasal dari masa Majapahit sekitar abad ke-15. Kitab ini berkisah tentang mitos asal mula pulau Jawa.

Dalam kitab ini dikisahkan Bhatara Guru (Shiwa) memerintahkan Bhatara Brahma dan Wishnu untuk mengisi pulau Jawa dengan manusia. Karena pulau Jawa pada saat itu masih mengambang di lautan luas, terombang-ambing, dan senantiasa berguncang, maka para Bhatara memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Mahameru di India ke atas Pulau Jawa.

Bunga Majapahit
Candi Utama dari candi Sukuh melambangkan Gunung Mahameru

Bunga Majapahit
Candi Perwara di depan candi utama melambangkan gunung Pawitra

Bhatara Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Bhatara Brahma menjelma menjadi ular naga raksasa yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Bunga Majapahit

Bhatara Brahma dan Bhatara Wishnu meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian Barat pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian Timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian Timur pulau Jawa. Ketika gunung Meru dibawa ke Timur, serpihan gunung yang tercecer menciptakan jajaran pegunungan di pulau Jawa yang memanjang dari Barat ke Timur. Akan tetapi meskipun puncak Meru telah dipindahkan ke Timur, pulau Jawa masih tetap miring, sehingga para Bhatara memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian Barat Laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Penanggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Bhatara Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru.

Sedikit penjelasan tentang gunung Pawitra (gunung Penanggungan), bila kita cermati, di bagian lereng-lereng gunung Penanggungan ini banyak tersebar candi-candi kecil yang membawa kita kepada suatu kesimpulan bahwa gunung Penanggungan ini dianggap sebagai gunung yang suci oleh masyarakat Jawa Kuno. Salah satu candi yang masih bagus adalah dikenal dengan nama Candi Kendalisodo seperti gambar di bawah ini.

Bunga Majapahit
Candi Kendalisodo dan goa pertapaan

Bunga Majapahit
Candi Lurah di lereng gunung Penanggungan

Tidak kurang dari 80 buah candi kecil-kecil dapat kita ketemukan di lereng gunung Pawitra (gunung Penanggungan) ini.

Kisah tentang penciptaan Manusia Jawa.

Setelah pulau Jawa tidak lagi bergoncang, Bhatara Guru ingin membuat manusia sebagai penghuni pulau Jawa. Untuk itu dia memerintahkan Bhatara Brahma dan Bhatara Wishnu menciptakan manusia. Mereka menciptakan manusia dari tanah yang dikepal-kepal lalu dibentuk manusia berdasarkan rupa dewa. Brahma menciptakan manusia laki-laki dan Wishnu menciptakan manusia perempuan, yang kemudian kedua manusia ciptaan para Bhatara tersebut dipertemukan dan mereka hidup saling mengasihi.

Bunga Majapahit


Demikianlah uraian tentang terciptanya pulau Jawa dan manusia pertama yang menghuni tanah Jawa, semoga bermanfaat.


(bersambung ........... ke bagian ketiga)

CANDI SUKUH DALAM KACAMATA TANTU PANGGELARAN (2) 9 Out Of 10 Based On 10 Ratings. 9 User Reviews.
Share 'CANDI SUKUH DALAM KACAMATA TANTU PANGGELARAN (2)' On ...

Ditulis oleh: Bunga Majapahit - Sabtu, 07 Desember 2013

Belum ada komentar untuk "CANDI SUKUH DALAM KACAMATA TANTU PANGGELARAN (2)"

Posting Komentar

Tuliskan komentar anda yang sesuai dengan isi artikel di atas demi persahabatan sesama anak bangsa, namun jangan sekali-kali melakukan spam atau menempatkan link aktif pada komentar anda. Terima kasih.